Ada berbagai macam upacara adat di Indonesia, masing – masing mempunyai ciri khas dan tujuannya. Salah satunya di provinsi Aceh.
Aceh mempunyai upacara adat yang sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh. Contohnya upacara ini dilakukan di acara perkawinan. Seperti melamar calon, tunangan, pesta, dan yang lainnya.
Upacara -upacara adat Aceh :
1. Tulak Bala.
Upacara ini berujuan untuk menolak bala bencana. Biasanya upacara ini dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dan berlokasi di tempat yang tidak umum, seperti di tepi sungai, atau pantai. Masyarakat Aceh memanjatkan doa dan dzikir agar terhindar dari bencana alam.
2. Peutron Aneuk.
Upacara adat ini dilakukan untuk menyambut kelahiran bayi. Ada perbedaan waktu untuk melaksanakan upacara ini. Ada yang melaksanakan pada hari ke-7 setelah kelahiran, pada hari ke-44 setelah kelahiran, dan ada juga pada saat bayi berumur 1 tahun.
3. Peusijuk.
Upacara adat ini bertujuan untuk mendoakan orang yang akan di peusijuk agar di beri keselamatan, ketentraman dan kebahagian dalam kehidupannya, dalam masyarakat Sunda disebut syukuran. Upacara ini dilakukan pada saat orang tersebut menempati rumah baru, naik haji, dan lain – lain.
4. Samadiyah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, dalam masyarakat Sunda disebut tahlil. Dilakukan selama tujuh malam berturut – turut setelah almarhum meninggal.
5. Meugang.
Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dalam kegiatan Idul Adha atau Idul Fitri. Kegiatan ini adalah menyantap masakan daging sapi atau kambing bersama keluarga atau saudara, dan bisanya dibagi – bagikan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
6. Ba Ranub Kong Haba.
Kegiatan ini dilakukan untuk melaksanakan acara pertunangan, biasanya dilakukan sesuai hari yang ditentukan calon pengantin. Rombongan orang tua pengantin pria mendatangi calon pengantin perempuan.
7. Jeulame.
Kegiatan ini merupakan pemberian mahar yang berupa emas atau uang, namun berbeda jumlahnya pada bagian Aceh Barat dan Aceh Timur. Aceh Barat, mahar berupa emas diberikan sesuai kesepakatan, antara belasan atau puluhan. Aceh Timur, mahar yang diberikan dibawah belasan dengan tambahan uang yang disebut “peng angoh”.
8. Idang Dan Peuneuwoe.
Kegiatan ini merupakan hidangan yang diberikan pengantin ke pengantin lainnya. Hidangan ini bermacam – macam, seperti makanan, dapat berupa pakaian dan kebutuhan sehari – hari.
Sumber : silontong.com
